Kultum Ramadan, Asyraf: Aplikasikan Isi Al-Qur’an

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan kultum usai Salat Zuhur di Mushola DP3ACSKB Babel, Selasa (12/4/2022). Foto: Huzari

Pangkalpinang – Setiap kata dalam Al-Qur’an hendaknya bisa diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menterjemahkan isi Al-Qur’an tersebut, diharapkan membuat ketenangan dan kesabaran dalam kehidupan.

Demikian disampaikan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat menyampaikan kultum usai Salat Zuhur di Mushola DP3ACSKB Babel, Selasa (12/4/2022).

Ia menceritakan ada seorang santri yang setiap kali pengajian selalu mendapatkan pelajaran dari Sang Kyai mengenai surat Al Maun ayat 1-3, yang berbunyi “a ra`aitallażī yukażżibu bid-dīn, fa żālikallażī yadu”ul-yatīm, wa lā yaḥuḍḍu ‘alā ṭa’āmil-miskīn.

Lebih jauh ia menjelaskan, Sang Kyai ingin santri tersebut bisa mengaplikasikan isi ayat ini dalam kehidupan sehari-hari. Sebab orang yang mendustakan agama, orang yang menghardik anak yatim dan tidak memberi makan orang miskin.

“Sang Kyai ingin apa yang dibaca di Al-Qur’an diterjemahkan dalam kehidupan nyata. Berikan makanan kepada orang miskin. Sebab sering kali apa yang dibaca di Al-Qur’an tidak diterjemahkan dalam kehidupan,” pesannya.

Momen bulan Ramadan hendaknya bisa menjadikan diri lebih berkualitas. Ia menambahkan, tunaikan zakat melalui lembaga seperti Baznas atau lembaga lain bahkan bisa menyalurkan sendiri. Namun karena ASN berada dalam sebuah sistem, maka ada baiknya disalurkan melalui Baznas.

“Kita baca Al-Qur’an dan kita amalkan. Isi Al-Qur’an bisa membuat kita menjadi lebih arif dan bijak. Banyak juga tentang pemahaman akan pentingnya kesabaran dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.(hzr)

Tinggalkan Balasan