Beranda / INFO PILIHAN / Terus Update Data Industri Rumahan, Asyraf: Data Itu Harus Valid

Terus Update Data Industri Rumahan, Asyraf: Data Itu Harus Valid

Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan materi saat Sosialisasi Diseminasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pemetaan Lokasi Industri Rumahan untuk Operator Kecamatan dan Kabupaten. Foto: Huzari

Pangkalpinang – Sangat perlu melakukan identifikasi industri rumahan di Bangka Belitung. Selain itu, data harus terus diperbaharui oleh operator, baik di tingkat kecamatan dan kabupaten. Data yang ditampilkan harus lengkap, sehingga bermanfaat bagi pengguna.

Demikian dikatakan Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat Rapat Sosialisasi Diseminasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi Pemetaan Lokasi Industri Rumahan untuk Operator Kecamatan dan Kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan yang diikuti sejumlah operator industri rumahan provinsi, kabupaten hingga kecamatan tersebut digelar di Ruang Pertemuan Pasir Padi, Kantor Gubernur, Kamis (6/10/2022).

“Diharapkan kegiatan ini bermanfaat bagi operator. Rencananya data yang diinput akan dilaunching saat peringatan Hari Ibu bulan Desember mendatang. Data itu harus valid sehingga dapat dipercaya bagi pengguna,” tegasnya.

Beberapa Minggu lalu, kata Asyraf, bersama Adma Luhur mengamati data yang diinput operator. Terdapat beberapa data harus dilengkapi seperti, kejelasan nama industri rumahan, alamat dan beberapa lainnya. Diharapkan kelengkapan data itu bisa membantu pengguna data.

“Bisa juga menampilkan gambar pemilik industri rumahan tersebut. Namun untuk data bersifat pribadi seperti NIK tidak ditampilkan,” ungkapnya.

Hingga tahun 2021 lalu, ada sekitar 4.560 industri rumahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jumlah ini naik cukup signifikan, sebab di tahun 2020 hanya ada 3.552 industri rumahan. Sementara di tahun 2019 hanya tercatat sekitar 3.129 industri rumahan.

“Terdapat tiga permasalahan pengembangan industri rumahan di antaranya permasalahan anggaran; kurang semangat; dan SDM masih terbatas. Upaya mengatasinya, meningkatkan kapasitas SDM, melakukan pembinaan untuk meningkatkan semangat,” paparnya.

Menyinggung mengenai anggaran, Asyraf mengatakan, pelaku industri rumahan bisa menjalani kerja sama dengan pihak perbankan. Sebab ada beberapa pihak bank yang dapat memberikan peminjaman permodalan.

“Keberadaan industri rumahan ini diharapkan bisa menghasilkan nilai tambah bagi keluarga. Proses produksi industri rumahan hanya menggunakan alat-alat sederhana,” ungkapnya.(Hzr)

Tinggalkan Balasan