Beranda / INFO PILIHAN / Ternyata Ini Kendala Peningkatan Cakupan Identitas Kependudukan Digital

Ternyata Ini Kendala Peningkatan Cakupan Identitas Kependudukan Digital

Pangkalpinang – Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyarankan agar sosialisasi penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) lebih masif. Begitu juga dengan cakupan pemegang Kartu Identitas Anak (KIA).

“Hampir setiap kegiatan saya selalu mensosialisasikan mengenai IKD dan kartu Identitas Anak ini,” kata Asyraf saat Rapat Evaluasi Penyelengaraan Administrasi Kependudukan Pencatatan Sipil se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Sun Hotel, Senin (27/11/2023).

Hingga saat ini masih banyak siswa sekolah belum mempunyai KIA. Asyraf mengharapkan ke depan ada kesamaan jumlah penerbitan KIA dengan jumlah anak di Bangka Belitung. Jika ada selisih angka, hendaknya selisih tersebut tidak terlalu banyak.

Sedangkan untuk peningkatan cakupan Identitas Kependudukan Digital, kata Asyraf, untuk wilayah Bangka Belitung memang agak sulit, sebab penggunaan IKD tersebut harus menggunakan smartphone dan didukung jaringan internet.

“Masyarakat di desa, terutama orang tua tidak menggunakan smartphone. Mereka hanya menggunakan handphone untuk menelepon saja. Jadi yang penting bagi mereka ada pulsa, sementara kuota data internet tidak begitu penting,” kata Asyraf.

Sementara ini progres IKD se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung per tanggal 27 November berada diangka 33.532 atau sekitar 12,56 persen. Sedangkan progres KIA 287.883 atau sekitar 66,28 persen.

Selain melakukan sosialisasi langsung, melalui media cetak dan online, Asyraf mengatakan, untuk meningkatkan cakupan IKD, melakukan kerja sama dengan berbagai instansi, jemput bola ke lambaga swasta hingga lembaga pendidikan serta melakukan pelayanan terintegrasi.

“Kita berharap tahun depan terus ada peningkatan. Jika ada warga yang masih belum punya KTP, maka bisa disegerakan. Sampai saat ini tidak ada masalah dengan ketersedian blanko KTP,” ungkapnya.

Jodi Wiranugraha, SE Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Beltim mengatakan, kendati kekurangan pegawai namun harus tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Ada beberapa metode pelayanan di antaranya, tatap muka, online melalui aplikasi whatsapp, inovasi KPDUKCAPIL-SELINA, inovasi akta siap saji, inovasi KIA On School dan layanan jemput bola untuk lansia, orang sakit dan disabilitas atau inovasi Ketarap Tunu Pedas,” jelasnya.(hzr)

Tinggalkan Balasan