Usai pelaksanaan upacara, Senin (8/1/2024) Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si berfoto bersama petugas upacara dari DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Pangkalpinang – Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. Safrizal Zakaria Ali, M.Si menegaskan strategi umum penanganan inflasi mesti mencukupkan ketersediaan bahan pokok. Caranya mendorong setiap pelaku produksi, petani nelayan untuk berproduksi sekuat-kuatnya.
“Apa yang bisa kita bantu untuk petani, nelayan. Misalnya, produksi bawang merah kita tahun 2023 hanya dua persen, selainnya 98% persen impor. Maka harus tingkatkan produksi agar tidak bergantung dari luar,” jelasnya saat bertindak sebagai pembina upacara, Senin (8/1/2023).
Kali ini, pegawai DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku petugas upacara. Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB bertindak sebagai perwira upacara, sementara Amarullah Kabid Dukcapil sebagai pemimpin upacara.
Oleh karenanya, kata Pj. Gubernur Safrizal, perlu mendorong petani berproduksi agar kebutuhan tidak ketergantungan terhadap impor. Produksi Bangka Belitung setidaknya bisa memenuhi kebutuhan sebanyak 50 persen. Begitu juga dengan kebutuhan lainnya.
“Tahun 2024 ini musim tanam, sekarang hujan setiap hari. Ini waktunya menanam. Saya minta partisipasi seluruh dinas memiliki lahan kecil untuk ditanam, nanti bibit akan disiapkan oleh dinas pertanian,” ungkapnya.
Menanam holtikultura sepuluh polybag. Safrizal menjelaskan, jadi ingin makan rujak, cabe tidak perlu beli, cukup petik saja. Begitu juga jika ingin masak lempah kuning. Untuk membantu sektor produksi, perlu disiapkan halaman-halaman kosong yang tidak bermanfaat.
“Lahan yang hanya ditanami rumput, dimanfaatkan untuk produksi. Termasuk kediaman Gubernur akan diubah menjadi lahan dari tanaman hortikultura,” ungkapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, distribusi bahan pokok juga harus lancar. Tidak boleh ada gangguan distribusi dari Bangka ke Belitung atau sebaliknya. Begitu juga dengan distribusi antar kabupatén/kota di Pulau Bangka.
Tak kalah penting, kata Safrizal, perlu meningkatkan daya beli masyarakat. Jika daya beli rendah, perlu ada operasi pasar, bansos, bantuan keuangan CSR. Namun ini membutuhkan partisipasi semua pihak.
“Saya minta, mari kita semua bersungguh-sungguh. Mari kita semua memiliki motivasi tinggi agar semua target kita di tahun 2024 bisa kita capai,” harapnya.(hzr)









