PUASA sebagai ibadah yang esensial dalam agama Islam, menuntut perubahan pola makan dan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, menjaga ketahanan tubuh menjadi krusial agar puasa dapat dijalankan dengan optimal tanpa mengorbankan kesehatan.
Kunci utama terletak pada perencanaan nutrisi yang cermat dan pengelolaan aktivitas fisik yang bijak. Saat sahur, konsumsi makanan yang kaya serat, protein, dan karbohidrat kompleks akan memberikan energi berkelanjutan sepanjang hari.
Hindari makanan yang terlalu manis atau berminyak yang dapat memicu rasa lapar lebih cepat. Penting pula untuk memastikan asupan cairan yang cukup guna mencegah dehidrasi.
Saat berbuka puasa, mulailah dengan makanan ringan dan manis seperti kurma untuk mengembalikan kadar gula darah secara bertahap.
Hindari makan berlebihan sekaligus, dan berikan jeda waktu sebelum mengonsumsi makanan utama. Perhatikan keseimbangan nutrisi dan konsumsi sayur serta buah-buahan.
Selain nutrisi, aktivitas fisik tetap perlu diperhatikan. Lakukan olahraga ringan secara teratur, seperti berjalan kaki atau peregangan, untuk menjaga kebugaran tubuh.
Hindari aktivitas berat yang dapat menguras energi secara berlebihan. Istirahat yang cukup juga merupakan faktor penting dalam menjaga ketahanan tubuh selama berpuasa.
Dengan memperhatikan nutrisi yang seimbang, aktivitas fisik yang teratur, dan istirahat yang cukup, ketahanan tubuh dapat dipertahankan dengan baik selama bulan Ramadhan.
Hal ini memungkinkan individu untuk menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan produktif, tanpa mengabaikan kesehatan fisik.(*)