Musda II DPD FPPI, Ketum Marlinda Titip Pesan Begini

Pangkalpinang – Organisasi perempuan harus berkolaborasi demi kemajuan. Sebab tidak semua perempuan mau berorganisasi dan mewakafkan diri untuk berorganisasi. Kendati perempuan itu berpendidikan, mapan ekonomi dan punya kesempatan. 

Demikian disampaikan Dr. Hj. Marlinda Irwanti, S.E., M.Si. Ketum Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) saat membuka Musda II DPD FPPI, di ruang rapat DP3ACSKB Babel, Rabu (4/2/2026).

Hadir saat pembukaan Musda, Sri Hidayanti Ketua Bidang di BKOW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Musda kali ini mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas”.

“Salah satu aturan organisasi yakni menjalankan Musda. Mengenai lokasi pelaksanaan Musda bisa dimana saja, namun sesuai dengan makanisme yang diatur AD/ART,” ungkapnya.

Musda membahas program kerja, rekomendasi dan membahas AD/ART hingga pemilihan ketua. Ia menambahkan, sebab Musda ini bukan sekedar siapa yang jadi ketua. Untuk menjadi ketua harus mampu memaparkan program kerja.

“Ini organisasi resmi, semoga bermanfaat bagi masyarakat. Kita berupaya meningkatkan kualitas perempuan di segala bidang. Turunkan visi misi program pusat ke daerah,” harapnya.

Ketika bergabung dalam organisasi, kata Marlinda, ibu harus bertambah pengetahuan, ilmu dan terus mampu belajar. Bisa belajar digitalisasi untuk meningkatkan ekonomi keluarga.

“Perempuan merupakan pendidik dan pembentuk karakter utama dalam keluarga. Begitu juga dengan karakter pemimpin. Seseorang tidak bisa menjadi pemimpin, kalau tidak bisa memimpin diri sendiri,” kata Marlinda.

Sementara Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengharapkan, ada peran organisasi FPPI dalam meningkatkan pendidikan perempuan. Selain itu mengatasi persoalan pernikahan dini.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ada trend terjadi peningkatan. Menurutnya, hal ini dikarenakan perempuan sudah berani melapor, dan ini tentunya agar menjadi perhatian semua pihak.

“Jadikan organisasi sebagai ladang amal jariah. Masukan program kerja terkini, sehingga hasil Musda bisa disandingkan dengan program pemerintah daerah,” kata Asyraf.

Sebelumnya Zubaida Ketua FPPI Bangka Belitung periode 2020-2025 mengatakan, pelaksanaan Musda dilakukan secara sederhana. Pengurus yang tidak aktif dikeluarkan, dan diharapkan ke depan terbentuk kepengurusan yang lebih aktif.

“Musda dilaksanakan sesuai AD/ART. Diharapkan Musda kali ini membawa kebaikan untuk semua, dan ruh FPPI bisa ada di seluruh pelosok negeri ini,” ungkapnya.(hzr)

Tinggalkan Balasan