Pangkalpinang – Cegah stunting menjadi salah satu kegiatan prioritas pemerintah. DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan road show sosialisasi untuk menekan angka stunting tersebut. Sebab ditargetkan tahun 2045 mendatang tercipta generasi emas.
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kasus stunting menjadi perhatian pemerintah. Pola asuh yang kurang baik menjadi penyebab terjadinya kasus stunting tersebut. Untuk itu perlu memberikan anak-anak makanan bergizi.
“Perhatikan pola asuh anak, sebab pola itu asuh penting. Anak diberikan makanan bergizi,” kata Asyraf saat Fasilitasi Pengembangan Kelompok Pusat Informasi Konseling Remaja, di SMK 5 Pangkalpinang, Selasa (22/8/2023).
Siswa peserta kegiatan ini hendaknya dapat memberitahukan mengenai perbaikan gizi anak. Selain itu, saran Asyraf, kualitas remaja genre harus ditingkatkan. Sehingga bisa terciptanya generasi emas pada tahun 2045 mendatang.
Untuk mengatasi kasus stunting, kata Asyraf, pemerintah akan memberikan makanan tambahan kepada anak-anak penderita stunting. Diharapkan langkah ini bisa menekan angka kasus stunting di Bangka Belitung.
Asyraf mensupport siswa SMK 5 Pangkalpinang untuk tetap rajin belajar. Kendati memiliki ruang belajar terbatas, namun tetap memiliki prestasi. Sebab belajar bisa dimana saja. Siswa-siswi harus giat belajar dan menjauhi tindakan yang bisa menjadi penyebab pernikahan usai anak.
“Belajar bisa dimana saja. Dulu kita pernah melakukan bedah buku di tangga. Jadi jangan berkecil hati untuk menuju yang lebih baik. Jadilah orang yang baik dan bermanfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Sebelumnya Marsidi Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, bersama eksekutif melakukan upaya menekan kasus stunting dan pernikahan usai anak. Salah satu langkahnya, mengesahkan dan membuat peraturan terkait persoalan ini.
“Kita juga mempunyai wewenang terhadap penganggaran. Jadi pemerintah menganggarkan, lalu kita menyetujui anggaran tersebut. Namun untuk anggaran yang tidak prioritas, maka ditunda terlebih dahulu. Kita akan melihat manfaat anggaran dalam kegiatan,” ungkapnya.
Hadir pada kesempatan ini Agustu Afendi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pangkalpinang, Siti Marfu’ah Kepala Sekolah SMK 5 Pangkalpinang.(hzr)