SIAPA sih yang tidak kenal dengan Candi Prambanan? Candi Hindu ini sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang terletak di Perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Bagi siapapun yang hendak berwisata ke Yogyakarta maupun Klaten, sudah wajib hukumnya untuk mengunjungi Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Letaknya strategis di pinggir Jalan Raya Yogyakarta-Solo menjadikannya mudah diakses wisatawan. Rasanya tak afdol jika hanya lewat tanpa mengunjunginya.
Candi Prambanan bukan hanya dikenal sebagai tempat bersejarah dan destinasi wisata. Candi ini juga dikenal akan cerita legendaris yaitu Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Ada yang bilang candi ini dibuat dalam semalam oleh Bandung Bondowoso dibantu sekawanan jin demi memperoleh cinta Roro Jonggrang.
Namun, apakah memang benar demikian Candi Prambanan dibangun oleh Jin dalam semalam? Apakah benar candi ini berasal dari Cerita Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso? Daripada penasaran, kami ajak untuk menyimak 10 Fakta Candi Prambanan yang bersejarah ini. Yuk Simak!
Fakta Candi Prambanan yang pertama yaitu candi ini dibangun pada kisaran tahun 850 Masehi atau abad ke-9. Berdasarkan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Saka (856 Masehi), bangunan ini dibangun pertama kali oleh Raja Rakai Pikatan dan dilanjutkan bahkan diperluas oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu pada masa Kerajaan Medang (Mataram Kuno).
Berdasarkan umurnya, Candi Prambanan sudah berusia 1140 tahun. Betapa tuanya ya candi ini dan berhasil menembus berbagai lintas zaman. Jadi, tidak benar ya jika Candi Prambanan dibangun oleh sekawanan Jin suruhan Bandung Bondowoso hanya dalam waktu semalaman.
Fakta Candi Prambanan yang kedua yaitu memiliki nama asli Candi Siwagrha. Hal ini berdasarkan Prasasti Siwagrha yang berangka tahun 778 Saka (856 Masehi), Siwagrha berasal dari Bahasa Sansekerta yaitu Shiva yang berarti Siwa/Syiwa dan Grha yang berarti rumah. Prasasti tersebut mendeskripsikan kelompok candi agung yang dipersembahkan bagi Dewa Siwa dan disebut Siwagrha.
Selain itu, nama Siwagrha ini semakin diperkuat dengan adanya arca Siwa yang ada di dalam ruang utama Candi Siwa sebagai candi utama di Kompleks Candi Prambanan. Arca Siwa tersebut diperkirakan merupakan perwujudan dari Raja Balitung, Raja Kerajaan Medang (Mataram Kuno) yang turut berkontribusi dalam Pembangunan Candi Prambanan.
Jadi, sekarang kita tahu kan nama asli Kompleks Candi Prambanan adalah Siwagrha.
Jika nama asli Candi Prambanan adalah Siwagrha, lantas mengapa menjadi disebut Prambanan? Nama Prambanan merupakan nama dari desa tempat candi ini. Banyak dugaan menyebutkan bahwa ada pergeseran dialek Bahasa Jawa Para Brahman yang bermakna Brahman/realitas agung yang tak dapat dilukiskan. Selain itu, Para Brahman juga bermakna bahwa dulunya wilayah ini dihuni oleh banyak brahmana.
Jadi, sudah tahu kan asal mula nama dari Candi Prambanan?
Candi Prambanan dikenal juga sebagai candi seribu karena banyak yang menyebutkan saat para Jin Bandung Bondowoso tengah membuat candi untuk Roro Jonggrang totalnya sudah 999 candi dan kurang 1 candi lalu digenapi jadi 1000 candi setelah mengubah Roro Jonggrang menjadi batu.
Padahal, berdasarkan hasil penelitian dan pemodelan rekonstruksi kompleks Candi Prambanan, totalnya terdapat 240 candi. Adapun kompleks Candi Prambanan terdiri dari:
3 Candi Trimurti (Utama) yaitu Candi Siwa, Wisnu, dan Brahma
3 Candi Wahana yaitu Candi Nandi, Garuda, dan Angsa
2 candi apit yang berada di antara barisan Candi Trimurti dan Candi Wahana
4 candi kelir yang berada di empat penjuru mata angin tepat di balik zona inti
4 candi patok yang berada di empat sudut halaman dalam
224 candi perwara berukuran kecil yang saat ini berupa reruntuhan di sekeliling Candi Trimurti dan Candi Wahana
Adapun jika yang dimaksud Candi Seribu adalah Candi Sewu, candi tersebut merupakan candi yang berbeda dengan Candi Prambanan tetapi lokasinya berdekatan dengan Candi Prambanan dan berlanggam Buddha. Selain itu, Candi Sewu 249 candi, bukan seribu candi seperti namanya. Jadi, kurang tepat ya jika Candi Prambanan berjumlah seribu.
Candi Prambanan dikenal bukan hanya karena nilai sejarahnya yang tinggi. Candi ini merupakan Kawasan candi Hindu terbesar dan terluas di Indonesia. Kompleks Candi Prambanan memiliki luas 390 meter persegi atau 39,8 hektar. Hal ini menjadikannya yang terluas di Indonesia, bahkan yang terluas setelah Angkor Wat di Kawasan Asia Tenggara.
Jika Kawasan Candi Prambanan yang dihitung termasuk Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Sewu, maka kawasannya akan lebih luas lagi mencapai hingga 80 hektar. Betapa luasnya bukan?
Candi Prambanan dikenal dengan arsitekturnya yang unik. Candi Trimurtinya (candi utama) yang terdiri dari Siwa, Brahma, dan Wisnu memiliki bentuk tinggi menjulang menyerupai gunungan. Bentuknya dirancang seperti Rumah Siwa dan mengikuti bentuk gunung suci Mahameru yang dikenal sebagai tempat bersemayamnya para Dewa dalam Agama Hindu.
Denah Candi Prambanan mengikuti pola Mandala, sedangkan tiap tingkatan bangunannya memiliki tiga zona yang berbeda yaitu:
Bhurloka, ranah terendah tempat dunia fana yang tidak suci dan dilambangkan dengan kaki candi
Bwahloka, alam tempat orang suci, pertapa, dan tempat manusia mulai melihat Cahaya kebenaran yang dilambangkan dengan tubuh candi
Swahloka/Swargaloka, ranah tertinggi tempat bersemayamnya para dewa dan hapsara-hapsari (bidadari) yang dilambangkan dengan atap candi beserta puncaknya.
Candi Prambanan juga dikenal dengan relief Ramayana yang bercerita tentang Kisah Sinta, istri Rama yang diculik oleh Rahwana dan berhasil diselamatkan kembali oleh Rama dengan bantuan Hanoman.
Kisah Ramayana tak hanya ditampilkan di tembok candi, melainkan turut ditampilkan di Pentas Sendratari Ramayana secara rutin di Panggung Terbuka Trimurti setiap malam bulan Purnama. Suasananya begitu magis dengan pemandangan indah Candi Prambanan sebagai latar belakang. Wajib dicoba sebagai pengalaman sekali seumur hidup!
Candi Prambanan banyak dikenal oleh masyarakat karena Cerita Roro Jonggrang yang melegenda. Cerita ini banyak diceritakan dari mulut ke mulut dari generasi ke generasi, bahkan termasuk sebagai salah satu cerita terpopuler di Indonesia.
Singkatnya, Kisah Roro Jonggrang menceritakan Bandung Bondowoso yang jatuh cinta dengan Roro Jonggrang dan ingin menikahinya. Namun, Roro Jonggrang tidak mau karena Bandung Bondowoso adalah sosok yang membunuh Ayahnya, Prabu Baka dalam peperangan. Bandung Bondowoso yang bersikeras pun diberikan persyaratan jika hendak menikahi Roro Jonggrang yaitu membangun 1000 candi dalam semalam.
Berkat kesaktian dan bantuan para jin, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikannya tetapi gagal karena tabuhan lesung para Perempuan di desa yang menandakan hari sudah pagi padahal belum sehingga para jin pergi sebelum candi terakhir. Demi menggenapi candi keseribu, dikutuklah Roro Jonggrang menjadi batu candi.
Tentunya kisah tersebut tidaklah benar. Kisah Roro Jonggrang merupakan fantasi dari masyarakat sekitar guna menciptakan kisah asal usul pembuatan candi tersebut. Hal ini karena setelah lama ditinggalkan dan tidak menjadi pusat keagamaan dan ibadah umat Hindu, candi ini masih ada tetapi masyarakat sekitar tidak tahu latar belakang pasti dari candi tersebut.
Setelah lama ditinggalkan, Candi Prambanan ditemukan kembali tahun 1733 oleh CA Lons yang berkebangsaan Belanda. Reruntuhan candi di Kawasan ini sempat diselidiki oleh Colin Mackenzie, surveyor bawahan Sir Thomas Stanford Raffles, tetapi tidak dilanjutkan sepenuhnya. Adapun pemugaran baru benar-benar serius dilakukan pada tahun 1926 oleh De Haan dan 1930 oleh Ir. V.R. van Romondt hingga 1942 yang kemudian dilanjutkan oleh Pemerintah Indonesia hingga 1993.
Candi-candi yang sudah direstorasi adalah bagian Candi Trimurti dan Candi Wahana. Restorasi mengalami kendala karena banyak batu asli yang hilang dicuri dan digunakan di tempat lain. Selain itu, tidak semua candi direstorasi karena syaratnya harus memiliki 75% batu asli sehingga candi kecil/perwara di sekelilingnya banyak yang tidak dibangun ulang dan hanya berupa pondasi.
Kita patut berbangga karena Kompleks Candi Prambanan masuk ke dalam Situs Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO. Adapun status tersebut diberikan oleh UNESCO kepada Candi Prambanan pada tahun 1991. Status situs warisan dunia tersebut tidak hanya diberikan kepada Candi Prambanan, tetapi juga candi di sekitarnya yakni Candi Bubrah, Candi Lumbung, dan Candi Sewu yang berada dalam satu area.
Walau sudah berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO, Candi Prambanan tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam pelestariannya. Mulai dari bangunan yang berada di Kawasan rawan gempa bumi karena berdekatan dengan Sesar Opak, rawan terkena abu letusan Gunung Merapi, hingga Tindakan merusak candi oleh pengunjung/wisatawan. Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita turut menjaga kelestarian Candi Prambanan yang merupakan mahakarya adiluhung bangsa Indonesia.
Candi Prambanan berada di Kawasan Dataran Kewu atau dikenal juga dengan Dataran Prambanan. Kawasan ini merupakan dataran vulkanik subur nan membentang dari lereng Gunung Merapi-Merbabu serta Pegunungan Sewu dan antara Sungai Progo dengan Sungai Bengawan Solo.
Dataran Kewu/Prambanan dulunya merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Medang/Mataram Kuno antara abad ke 8 hingga abad ke 10, sebelum berpindah ke Jawa Timur pada masa pemerintahan Mpu Sindok, pendiri Wangsa Dinasti Isyana.
Ada banyak peninggalan arkeologi bernilai Sejarah tinggi di Kawasan Dataran Kewu terutama Dataran Prambanan, khususnya candi Hindu dan Buddha. Di sebelah utara Candi Prambanan terdapat Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Di sebelah timur terdapat Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Di sebelah Selatan, terdapat Candi Sojiwan, Kompleks Ratu Boko, Candi Banyunibo, Candi Barong, dan Candi Ijo. Di sebelah barat, terdapat Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Kedulan, dan Candi Sambisari.
Dengan banyaknya peninggalan bersejarah di Kawasan Prambanan menandakan bahwa Kawasan ini sangat penting sebagai pusat kehidupan politik, sosial, dan keagamaan. Rasanya sungguh indah membayangkan betapa sucinya Kawasan Prambanan di masa lampau terutama pada masa jayanya. Tertarik menjelajah candi-candi di Kawasan Prambanan?
Itulah sepuluh fakta Candi Prambanan yang perlu diketahui. Sekarang jadi paham kan bahwa Candi Prambanan lebih dari sekadar Cerita Dongeng Legenda Roro Jonggrang. Candi ini adalah mahakarya agung peninggalan leluhur kita yang wajib kita lestarikan dan tentunya kita kunjungi.(kp)

