“Saya mengawali karir sebagai guru. Sekarang siswa saya ada yang sudah menjadi bupati. Anak-anak saat ini akan menggantikan kita, baik sebagai guru maupun pemimpin bangsa,”
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd
Pangkalpinang – Kendati sempat diguyur hujan gerimis, namun tak membuat surut semangat siswa SMKN 1 Pangkalpinang untuk mengikuti upacara, Senin pagi (27/2/2023). Siswa tetap berdiri tegak di lapangan, tak satupun siswa meninggalkan lapangan dikarenakan hujan gerimis tersebut.
Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merasa bangga dengan sikap siswa SMKN 1 Pangkalpinang. Ia mengatakan, upacara merupakan suatu kewajiban bagi siswa. Sikap disiplin perlu ditanamkan sejak dini.
“Saya mengawali karir sebagai guru. Sekarang siswa saya ada yang sudah menjadi bupati. Anak-anak saat ini akan menggantikan kita, baik sebagai guru maupun pemimpin bangsa,” kata Asyraf.
Menyinggung mengenai pernikahan usia anak, Asyraf mengatakan, angka perceraian di Bangka Belitung cukup banyak. Rata-rata penyebab perceraian ini dikarenakan pernikahan usia anak. Anak-anak terutama perempuan hendaknya bisa menjaga diri, karena perempuanlah kerap menjadi korban.
Jika memiliki smartphone, Asyraf menyarankan agar dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan positif. Hindari perbuatan yang dapat menyebabkan terjadinya pernikahan usia anak, apalagi melakukan transaksi online bersifat atau ke arah negatif.
Saat ini, kata Asyraf, Bangka Belitung sudah menyandang predikat provinsi layak anak (provila). Ini dikarenakan semua kabupaten/kota sudah layak anak. Pangkalpinang menyandang predikat kabupaten/kota layak tingkat madya.
“Untuk itu, anak-anak diharapkan tidak mengarah ke perbuatan yang menyebabkan terjadinya pernikahan usia anak,” harapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, pernikahan usia anak menjadi salah satu penyebab stunting. Stunting bukan penyakit, namun ini diakibatkan kekurangan asupan gizi. Kendati demikian, ukuran tubuh pendek belum tentu stunting.
“Siswa di SMKN 1 Pangkalpinang tidak ada yang stunting, sebab orang stunting tidak mungkin sekolah sampai jenjang SMK,” jelasnya.
Sementara saat bicara mengenai perekaman KTP-el, Asyraf berharap semua siswa SMKN 1 Pangkalpinang sudah melakukan perekaman. Sehingga ketika berusia 17 tahun nanti tinggal melakukan pencetakan KTP-el.
“Jika masih ada siswa yang belum melakukan perekaman KTP-el, bisa mendatangi Dinas Dukcapil setempat,” saran Asyraf.
Kegiatan ini dihadiri Kepala SMKN 1 Pangkalpinang, Hendroyono beserta para guru dan tenaga teknis pendidikan. Usai upacara dilaksanakan ikrar bersama “Stop Pernikahan Usia Anak”.(hzr)