Pangkalpinang – Ratusan anak-anak memenuhi halaman Kantor Gubenur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (29/8/2023). Kedatangan anak-anak tersebut untuk meramaikan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2023 Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dr. Suganda Pandapotan Pasaribu, AP., M.Si., Pj. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung secara langsung menghadiri kegiatan tersebut. Menurutnya, di usia anak merupakan waktunya bermain. Untuk itu, anak-anak harus mendapatkan rasa aman dan terlindungi.
“DP3ACSKB sudah melakukan upaya untuk terus memberikan perlindungan kepada anak. Sudah ada hotline untuk menyampaikan pengaduan jika ada masalah kekerasan terhadap anak,” kata Suganda.
Lebih jauh Suganda mengatakan, apapun perbuatan yang merugikan anak-anak bisa dilaporkan. Selain persoalan perempuan, hotline ini juga memberikan perlindungan terhadap perempuan. Anak-anak harus berani untuk melaporkan semua tindakan yang merugikan anak.
“Ini sesuai tagline kegiatan kita yakni, berani karena peduli. Anak-anak harus tumbuh menjadi anak hebat, peduli, patuh kepada orang tua, menjadi kebanggan bangsa dan negara,” pesan Suganda.
Hal senada disampaikan Maya Krista Sidabutar Pj. Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia berharap tak lagi terjadi bully terhadap anak. Agar tidak menjadi korban bully, anak-anak mesti mempunyai rasa percaya diri. Harus bisa menghargai diri sendiri, sehingga bisa menghargai orang lain.
“Selain itu, anak-anak hendaknya bisa menjadi orang yang dihargai dan bernilai. Harus mampu berkata, memberitahukan kepada orang lain bahwa kita berharga,” tegasnya.
Tak banyak statement disampaikan Pj. Gubernur Suganda. Kesempatan ini lebih banyak dimanfaatkan untuk berbagi dan berinteraksi langsung dengan anak-anak. Bahkan Suganda menyempatkan diri membaca puisi Karya Murdiansyah salah satu anak penyandang disabilitas.
Tampak suasana keakraban Suganda saat menyapa anak-anak peserta kegiatan tersebut. Berbagai hadiah diberikannya untuk anak-anak yang aktif mengikuti kegiatan. Tak hanya itu, Suganda juga ikut melantunkan lagu, bernyanyi bersama anak-anak.
Suganda juga menanggapi surat dari Regina Natasya siswa SMPN 1 Kelapa. Surat tersebut menyampaikan mengenai keluhan terhadap tindakan kekerasan yang terjadi terhadap anak. Menanggapi keluhan itu, Suganda berjanji semua unsur terkait akan turun tangan mengatasi persoalan kekerasan terhadap anak.
Sebelumya Dr. Asyraf Suryadin, M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, sudah membentuk perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat. Kini semua kabupaten/kota sudah mendapatkan predikat layak anak.
“Berdasarkan data dari BPS, angka pernikahan usia anak sudah berada di bawah rata-rata nasional yaitu pada angka 7,91. Sementara angka nasional berada di 8, 06,” ungkapnya.
Menutup kegiatan, Suganda membagikan piala dan sertifikat kepada kabupaten/kota layak anak. Kegiatan ini juga menyediakan stand bagi layanan dukcapil, UMKM, kesehatan, perpustakaan keliling, layanan UPTD PPA. Ada juga beberapa tenda diisi kegiatan PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan kegiatan ini DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersinergi dengan PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai kegiatan dilaksanakan PKK melibatkan langsung anak-anak se-Bangka Belitung.(hzr)