Beranda / INFO PILIHAN / Penanganan Kasus Anak Bateng Cukup Baik, Asyraf: Bekerja Bersama Hasilnya Maksimal

Penanganan Kasus Anak Bateng Cukup Baik, Asyraf: Bekerja Bersama Hasilnya Maksimal

Pangkalpinang – Dr. Asyraf Suryadin M.Pd Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyarankan agar Gugus Tugas Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) bekerja bersama-sama dalam mempersiapkan penilaian penghargaan tahun ini.

“Bekerja sendiri hasilnya tak semaksimal jika kita bekerja bersama-sama,” kata Asyraf saat kegiatan Pertemuan Teknis Pra Evaluasi Kabupaten/kota Layak Anak untuk Kabupaten Bangka Tengah, di Bangka City Hotel, Rabu (15/5/2024).

Lebih jauh Asyraf menjelaskan, untuk penanganan kasus anak di Kabupaten Bangka Tengah cukup baik. Tak hanya itu, Kabupaten Bangka Tengah juga menjadi satu-satunya kabupaten pelopor dalam meraih penghargaan KLA.

Saat bekerja hendaknya tidak hanya melihat sisi kualitatif dan kuantitatif. Asyraf mengatakan, namun dilihat juga dari sisi kerjanya. Sementara ini untuk penilaian KLA Kabupaten Bangka Tengah sudah berada di angka 664,25 poin.

“Hari ini menjadi kesempatan kita untuk mencoba melihat kembali apa yang telah dilakukan beberapa bulan belakangan. Kinerja kita akan dikatakan baik jika setiap tahun ada peningkatannya,” ungkap Asyraf.

Pembahasan bersama-sama, sehingga mengetahui apa yang akan dilakukan. Asyraf menjelaskan, Bappeda sangat berperan dalam mendorong terwujudnya kabupaten/kota layak anak.

“Filosofi kegiatan ini agar kabupaten/kota pro aktif. Tahun 2021 lalu provinsi belum mendapatkan predikat provila, disebabkan Kabupaten Bangka Selatan belum KLA. Namun kita koordinasikan ke Bangka Selatan, setelah itu langsung mendapatkan KLA Madya,” ungkapnya.

Sekarang harus meningkatkan kualitas KLA. Ia mengingatkan agar sekolah ramah anak yang ada di Kabupaten Bangka Tengah menjadi perhatian dari Gugus Tugas KLA. Hendaknya di sekolah tersebut tidak ada yang menyalahi aturan KLA.

“Memasuki data jangan menunggu waktu habis. Minimal angka yang sudah ada bisa diperbaiki dan menjadi lebih baik lagi. Jika data berbentuk table lakukan validasi,” kata Asyraf.(hzr)

Tinggalkan Balasan