PANGKALPINANG – Pemadam Kebakaran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi dan simulasi penanganan kebakaran api ringan yang menyasar kalangan mahasiswa Universitas Bangka Belitung, Kamis (30/04/2026).
Kepala Satpol PP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Yamowa Harefa, melalui Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan, Penyelamatan Kebakaran dan Penyelamatan Non Kebakaran, Yurinalika mengatakan kegiatan ini difokuskan pada upaya pencegahan dan penanggulangan dini terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah tangga dan area kampus.
“Mengingat mahasiswa merupakan bagian aktif dari masyarakat sekaligus penghuni lingkungan kampus, mereka dinilai strategis sebagai agen perubahan dalam menekan angka kebakaran akibat kelalaian domestic,” ungkap Yurinalika.
Tim pemadam kebakaran memberikan simulasi praktis menggunakan alat sederhana. Dalam kegiatan tersebut, para peserta diberikan edukasi mengenai teknik pemadaman api menggunakan dua metode utama:
Metode Tradisional: Penggunaan karung basah untuk memutus pasokan oksigen pada titik api.
Metode Modern: Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai prosedur yang benar.
Untuk memberikan pengalaman nyata, petugas menggunakan media drum yang diisi campuran air, solar, dan pertalite guna menciptakan efek kebakaran ringan. Simulasi ini mencakup skenario kebakaran yang paling sering terjadi di dapur dan laboratorium, seperti kebakaran pada wajan penggorengan serta kebocoran tabung gas.
Puluhan mahasiswa sangat antusias mengikuti simulasi. Yurinalika berharap melalui praktik langsung ini, mahasiswa tidak hanya sekadar mengerti teori, tetapi juga berani dan terampil bertindak saat menghadapi situasi darurat.
“Harapan ke depannya, para mahasiswa dapat memahami dan ikut mensosialisasikan pencegahan kebakaran ini kepada teman serta keluarga. Mereka harus tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menanggulanginya secara mandiri menggunakan alat sederhana,” ujar Yurinalika.
Eko Prasetyo, Kasie Pembinaan Aparatur Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Serta Kerja Sama Antar Daerah Berbatasan, menambahkan edukasi ini rutin setiap tahun dilaksanakan oleh Damkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai langkah mitigasi. Sebelumnya, perguruan tinggi yang diedukasi adalah Universitas Muhammadiyah, AMIK Atma Luhur, dan Poltekes Bangka Belitung.
Dampak jangka panjang dari sosialisasi ini adalah terciptanya masyarakat yang lebih tanggap terhadap bencana. Dengan kemampuan melakukan penanggulangan cepat dan tepat pada skala api ringan, diharapkan risiko kebakaran besar yang menimbulkan kerugian materil maupun korban jiwa dapat diminimalisir secara signifikan.
“Melalui sinergi antara petugas pemadam dan mahasiswa, upaya proteksi kebakaran di lingkungan rumah tangga dan kampus di wilayah Bangka Belitung diharapkan menjadi lebih kuat dan terintegrasi,” kata Eko. (rusmini)