Jelajah Situs Geologi, Tim Geopark Menilai Kelayakan Situs

Kita berupaya mensupport agar lokasi situs geologi di Pulau Bangka bisa ditetapkan menjadi geoside nasional

SUPIANTO
Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

TIM geopark Pulau Bangka dari Dinas ESDM Kepulauan Bangka Belitung bersama Dinas Kehutanan melakukan survey ke beberapa titik lokasi yang menjadi situs geologi utama geopark. Sejumlah situs disurvey dalam beberapa hari.

Dimulai sejak Kamis tanggal 18 Juni 2020, Tim Geopark Pulau Bangka melakukan survey ke Bukit Permisan (Wisata Bukit Nenek) dan Sungai Olin.

Bukit Permisan ini terletak di Desa Gudang, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan. Survey yang dilakukan tim untuk mengetahui kelayakan lokasi situs menjadi geopark.

Jelajah situs dimulai dari gerbang utama pintu masuk bukit. Kemudian tim geopark menyusuri jalan mendaki penuh bebatuan. Diperkirakan ketinggian bukit tersebut mencapai 350 mdpl.

Menurut Makmun Juru Kunci Bukit Nenek, banyak wisatawan lokal datang ke lokasi situs untuk melihat keindahan alam dari atas bukit. Bukit nenek dikenal sebagai salah satu kawasan wisata sejarah menarik di Kabupaten Bangka Selatan.

Bukit nenek ini merupakan kawasan bukit dengan hamparan pepohonan rindang tumbuh di antara bebatuan besar. Untuk mendaki bukit nenek diperlukan waktu sekitar satu jam.

Usai melakukan survey di Bukit Nenek, tim melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sungai Olin. Situs satu ini terletak di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.

Informasi warga sekitar, dulunya Sungai Olin merupakan sebuah dermaga. Masyarakat menggunakan tempat ini untuk bertransaksi niaga timah pertama kali di Pulau Bangka. Ketika itu, masyarakat masih menggunakan sistem barter hasil tambang timah.

Di lokasi ini terdapat batu unik yang disebut warga sebagai “batu tumpuk tiga”. Batu tersebut seperti karang, terletak di lengkung aliran Sungai Olin.

Kemudian di hari selanjutnya, tim geopark melakukan servey lokasi situs geologi Pantai Punggur Tuing dan Tanjung Tengkalat. Kendati harus menempuh jarak cukup jauh, namun semua itu terbayar dengan keindahan lokasi situs geologi.

Lama waktu tempuh perjalanan menggunakan kendaraan roda empat dari Kota Pangkalpinang menuju lokasi situs geologi Pantai Punggur Tuing, diperkirakan sekitar satu jam 30 menit.

Lokasi situs ini tepatnya di Desa Mapur Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka. Pemandangan alam di sepanjang pantai sangat menarik. Sebab terdapat susunan bebatuan indah terhampar di bibir pantai.

Panorama alam situs ini semakin unik karena terdapat bukit yang menjadi background pemandangan pantai.

Setelah usai mengumpulkan data terkait situs ini, tim geopark kembali melanjutkan perjalanan ke situs Tanjung Tengkalat yang terletak di Desa Tengkalat, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka.

Perjalanan ke Tanjung Tengkalat ini membutuhkan waktu sedikit lama, sebab jarak yang harus ditempuh cukup jauh. Sama seperti situs geologi Pantai Punggur Tuing, di lokasi situs Tanjung Tengkalat ini juga terdapat bebatuan unik.

Panorama alam pantai semakin terasa indah dipandang mata dengan susunan bebatuan di sepanjang garis pantai.

Pertumbuhan Pulau Bangka dari zaman karbon hingga saat ini merupakan bagian dari jajaran sabuk timah di Asia Tenggara dan ini telah menjadikan Pulau Bangka sebagai objek geologi unik.

Dibandingkan dengan Peninsular Malaysia, Kepulauan Linggar, dan juga Pulau Belitung, Pulau Bangka merupakan contoh alas atau dasar mangkuk yang melandasi cekungan batuan sedimen yang ada di Pulau Sumatera.

Komplek Pemali yang berumur karbon hingga permian mewakili batuan tertua muncul dan tersingkap dengan baik di Pulau Bangka. Bergabungnya Lempeng Indocina dan Sibumasu menyebabkan hadirnya granit tipe-I dan tipe-S dalam lokasi berdekatan.

Batas-batas antara lempeng-lempeng yang bergabung dijumpai batuan berkomposisi basaltis, berupa diabas yang terjepit dan terangkat membentuk Bukit Penyabung.

Kehadiran Diabas Penyabung menjadi daya tarik sendiri yang membedakan Pulau Bangka dengan kepulauan sekitarnya yang hanya didominasi oleh granit sekaligus penanda bersatunya kedua lempeng tesebut.

Situs Geologi Pulau Bangka sebagai objek wisata di Pulau Bangka memiliki nilai Geologi unik dan layak dikembangkan. Selain itu, lokasinya di kelilingi pemadangan alam pantai indah.

Keunikan dan kelayakannya dapat menambah nilai suatu destinasi wisata, edukasi kebumian, keanekaragaman hayati dan budaya setempat.

Namun situs Geologi yang ada di Pulau Bangka masih memerlukan penelitian dan kajian lebih terperinci disertai dengan penetapan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi untuk melindungi daerah tersebut.

Saat melakukan survey lokasi kelima di Pantai Bemban, Kabupaten Bangka Barat Plt Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Supianto mengatakan, lokasi geosite ini terunik. Pasalnya di lokasi ini terdapat tiga jenis bebatuan.

Ini menjadi modal bagi situs geologi di Pulau Bangka. Supianto menambahkan, sejumlah keunikan tersebut hendaknya dapat dikembangkan, sehingga ke depan dapat memiliki nilai jual baik.

Daerah itu dapat dikembangkan menjadi daerah pariwisata, sosial kultur dan keanekaragaman hayati. Upaya yang telah dilakukan Dinas ESDM selama ini diharapkan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah.

“Kita berupaya mensupport agar lokasi situs geologi di Pulau Bangka bisa ditetapkan menjadi geoside nasional,” harapnya.

Sembilan Potensi Situs Geologi di Pulau Bangka, Ini Datanya

PENGEMBANGAN potensi wisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus dilakukan, termasuk oleh Dinas ESDM Babel. Salah satu potensi ditawarkan yakni, destinasi wisata situs geologi di Pulau Bangka.

Sementara ini terdata sembilan situs geologi mempunyai nilai penting. Sejumlah situs tersebut di antaranya, Situs Diabas Bukit. Situs ini terletak di Desa Ketap, Kecamatan Jebus, Kabupaten, Bangka Barat.

Keberadaan situs Diabas Bukit ini dinilai penting karena terdiri dari batuan basaltik berumur permo–trias, terkekarkan, dan tersesarkan, diterobos granit klabat dan menerobos Kompleks Malihan Pemali.

Selanjutnya situs geologi Pantai Bembang, di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Daya tarik dari situs Pantai Bembang ini merupakan Metasedimen (perselingan lempung dan rijang, batupasir), bagian dari Kompleks Pemali yang terlipat kuat dan tersesarkan. Kekarkekar terisi kuarsa, umur permian.

Sedangkan situs geologi Pantai Jerangkat, Desa Ketap, Kacamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat bernilai karena Batuan granit umur Mesozoikum (Trias sampai Kapur).

Selain tiga situs tersebut, di Kabupaten Bangka Barat juga terdapat potensi situs geologi Pantai Penganak. Letak situs ini di Desa Parit Tiga, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

Situs Pantai Penganak dianggap bernilai karena Batuan granit dengan Kristal feldspar (segiempat) yang besar-besar dan terbentuk secara sempurna.

Menuju ke Kabupaten Bangka terdapat situs geologi Tanjung Tengkalat. Keberadaan situs ini di Desa Tengkalat, Kecamatan Belinyu. Situs ini bernilai karena metamorf jenis filits, sabak sekis, gneis.

Masih di Kabupaten Bangka terdapat situs geologi Pantai Punggur Tuing. Situs di Desa Mapur Kecamatan Riau Silip ini bernilai karena bagian dari granit Belinyu, bukti proses pembentukan Pulau Bangka pada trias awal.

Sementara di wilayah Selatan terdapat situs geologi Gunung Permisan. Situs ini letaknya di Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan.

Situs Gunung Permisan dianggap penting karena bagian dari batu granit Permisan, bukti pembentukan Pulau Bangka pada trias
awal.

Selain itu, kawasan situs Gunung Permisan merupakan suaka alam/pelestarian alam, kawasan strategis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ada juga situs geologi di Sungai Olin/Ulim, Desa Panca Tunggal, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan. Situs ini dinilai penting karena merupakan lokasi dermaga perdagangan timah di Pulau Bangka.

Sedangkan situs yang baru diusulkan yakni, Tanjung Gunung, Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah.

Ini Tiga Keanekaragaman Geopark, Salah Satunya Geo Diversity

SETIDAKNYA terdapat tiga keanekaragaman geopark, di antaranya geo diversity, bio diversity dan culture diversity. Untuk itu, perlu memperhatikan tiga keanekaragaman tersebut untuk menjadikan situs geologi menjadi geopark.

Sebelumnya sudah ada upaya mewujudkan geopark Pulau Belitung yang terdiri dari dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten Belitung dan Kabupaten Belitung Timur. Nah sekarang, merupakan upaya lanjutan tersebut dengan membentuk geopark Pulau Bangka.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rivai menjelaskan, dengan adanya geopark Pulau Bangka diharapkan ada manfaatnya. Diharapkan ini menjadi tujuan destinasi wisata yang berkelanjutan.

“Jadi setelah wisatawan dari Belitung, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pulau Bangka melalui akses udara maupun laut,” jelasnya.

Jika terwujud, kata Rivai, ini tentunya akan menjadi segmen tersendiri dari sektor pariwisata. Hal ini hendaknya bisa menambah lama waktu singgah wisatawan singgah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tentunya pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan semua itu. Menurut Rivai, sangat perlu dukungan dari semua elemen masyarakat. Jika berbicara geopark, ada tiga keanekaragamannya.

“Pertama geo diversity, kedua bio diversity dan ketiga culture diversity,” paparnya.

Tim geopark Bangka Belitung sudah melakukan perjalanan mulai dari Belitung dengan menyusuri pulau kecil. Hasil penyusuran tersebut sudah menemukan beberapa titik yang dinilai pantas untuk menjadi side geopark.

Perjalanan kunjungan wisata geopark bisa berkesinambungan dari satu lokasi ke lokasi lainnya tidak terpisahkan. Selain itu destinasi geopark ini harus memperhatikan nilai-nilai konservasi dan edukasinya.

Keberadaan lokasi geopark di Pulau Bangka berada dilebih satu kabupaten. Rivai menjelaskan, tentunya ini bukan hal mudah, sebab sangat diperlukan kekompakan antar daerah.

Masyarakat Bangka Belitung dari seluruh elemen harus bersatu. Satu tujuan yang ingin dicapai yakni, sukses bersama. Karena ditargetkan Oktober mendatang sudah harus jadi geopark nasional Pulau Bangka.

“Kita harus bekerja keras. Jika ini maju kita bisa menuju geopark global melalui unesco. Jika nanti berhasil akan menjadi geopark Kepulauan Bangka Belitung,” kata Rivai.

Hal senada disampaikan Fery Insani Kepala Bappeda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Ia sangat mengharapkan keseriusan tim untuk mencapai tujuan merealisasikan geopark Pulau Bangka tersebut.

“Tim geologi harus benar-benar siap. Begitu juga pihak pemkab. Visi kita harus sama,” sarannya.

Laporan Suci Lestari Pranata Humas Dinas ESDM Babel